Bab 11 Etika Dalam Bisnis Internasional

BAB 11

ETIKA DALAM BISNIS INTERNASIONAL

Berulang kali dapat kita dengar bahwa kini kita hidup dalam era globalisasi ekonomi: kegiatan ekonomi mencakup seluruh dunia, sehingga hampir semua negara tercantum dalam “pasar” sebagaimana dimengerti sekarang dan merasakan akibat pasang surutnya pasar ekonomis. Gejala globalisasi ekonomi ini bisa berakibat positif maupun negatif. Disatu pihak globalisasi dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan kesetiakawanan antara bangsa-bangsa dan dengan demikian melanjutkan tradisi perdagangan internasional sejak dulu. Di lain pihak, gejala yang sama bisa berakhir dalam suasan konfrontasi dan permusuhan, kerna mengakibatkan pertentangan ekonomi dan perang dagang, melihat kepentingan-kepentingan raksasa yang di pertaruhkan di situ.

Internasionalisasi bisnis yang semakin mencolok sekarang ini menampilkan juga aspek etis yang baru. Tidak mengherankan jika terutama tahun-tahun terakhir ini diber perhatian khusus kepada aspek-aspek etis dalam bisnis internasional. Dalam bab ini akan dibaha beberapa masalah moral yang khusus berkaitan dengan bisnis pada taraf internasional.

Norma-Norma Moral yang Umum Pada Taraf Internasional?

Richard De George menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang harus kita lakukan jika di bidang bisnis norma-norma moral di negara lain berbeda dengan norma-norma yang kita anut, yaitu:

  1. Menyesuaikan diri

Seperti peribahasa Indonesia: “Dimana bumi berpijak, disana langit dijunjung”. Maksudnya adalah kalau sedang mengadakan kegiatan ditempat lain bisnis harus menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di tempat itu. Diterapkan di bidang moral, pandangan ini mengandung relativisme ekstrem.

  1. Rigorisme moral

Yang di maksud dengan rigorisme moral adalah mempertahankan kemurnian etika yang sama seperti di negeri sendiri. De George mengatakan bahwa perusahaan di luar negeri hanya boleh melakukan apa yang boleh dilakukan di negaranya sendiri dan justru tidak boleh menyesuaikan diri dengan norma etis yang berbeda di tempat lain. Kebenaran yang dapat ditemukan dalam pandangan rigorisme moral ini adalah bahwa kita harus konsisten dalam perilaku moral kita. Norma-norma etis memang bersifat umum. Yang buruk di satu tempat tidak mungkin menjadi baik dan terpuji di tempat lain.

  1. Imoralisme naif

Menurut pandangan ini, dalam bisnis internasional tidak perlu kita berpegang pada norma-norma etika. Memang kita harus memenuhi ketentuan-ketentuan hukum tetapi selain itu, kita tidak terikat oleh norma-norma moral. Malah jika perusahaan terlalu memperhatikan etika, ia berada dalam posisi yang merugikan, karena daya saingnya akan terganggu. Perusahaan-perusahaan lain yang tidak begitu scrupulous dengan etika akan menduduki posisi yang lebih menguntungkan. Sebagai argumen untuk mendukung sikap itu sering dikemukakan: “semua perusahaan melakukan hal itu”.

 

Masalah “Dumping” Dalam Bisnis Internasional

Yang dimaksudkan dengan dumping adalah menjual sebuah produk dalam kuantitas besar di suatu negara lain dengan harga dibawah harga pasar dan kadang-kadang malah di bawah biaya produksi. Yang akan merasa keberatan terhadap praktek dumping ini bukannya para konsumen, melainkan para produsen dari produk yang sama di negara di mana dumping dilakukan. Dumping produk bisa diadakan dengan banyak motif yang berbeda. Salah satu motif adalah bahwa si penjual mempunyai persediaan terlalu besar, sehingga ia memutuskan untuk menjual produk bersangkutan di bawah harga saja. Motif lebih jelek adalah berusaha untuk merebut monopoli dengan membanting harga.

Praktek dumping produk itu tidak etis karena melanggar etika pasar bebas. Sebagaimana doping dalam perlombaan olah raga harus dianggap kurang etis karena merusak kompetisi yang fair, demikian juga praktek seperti dumping menghancurkan kemungkinan bagi orang bisnis untuk bersaing pada taraf yang sama. Kalau dilakukan dengan maksud merebut monopoli, dumping menjadi kurang etis juga karena merugikan konsumen. Akan tetapi, tidak etis pula bila suatu negara menuduh negara lain mempraktekkan dumping, padahal maksudnya hanya melindungi pasar dalam negerinya.  Jika negara lain bisa memproduksi sesuatu dengan harga lebih murah, karena cara produksinya lebih efisien atau karena bisa menekan biaya produksi, kenyataan ini harus diterima oleh negara lain. Misalnya jika negara berkembang sanggup memproduksi pakain jadi dengan lebih murah karena biaya produksinya kurang dikarenakan upah karyawan yang relatif kecil, hal itu tidak boleh dinilai sebagai dumping. Tidak etis bila menuduh dumping semata-mata menjadi kedok untuk menyingkirkan saingan dari pasar.

Melanjutkan perbandingan tadi, sebagaimana kita memiliki metode-metode yang objektif dan pasti untuk membuktikan adanya bpraktek doping dalam bidang olah raga, demikian juga kita membutuhkan prosedur yang jelas untuk memastikan adanya dumping. Kita membutuhkan suatu instansi supranasional yang sanggup bertindak dan sekaligus diakui sebagai wasit yang objektif. Tetapi dalam situasi dunia sekarang instansi seperti itu belum dimungkinkan. Dalam rangka Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah dibuat sebuah dokumen tentang dumping, tetapi hanya sebagai model untuk membuat peraturan hukum di negara-negara anggotanya.

 

Aspek-Aspek Etis Dari Korporasi Multinasional

Yang dimaksud dengan korporasi multinasional adalah perusahaan yang mempunyai investasi langsung dalam dua negara atau lebih. Jadi perusahaan yang mempunyai hubungan dagang dengan luar negeri, dengan demikian belum mencapai status korporasi multinasional (KMN), tetapi perusahaan yang memiliki pabrik di beberapa negara termasuk di dalamnya. Kita semua mengenal KMN seperti Coca-Cola, Johnson & Johnson, AT & T, General Motors, IBM, Mitsubishi, Toyota, Sony, Philips, Unilever yang mempunyai kegiatan di seluruh dunia dan menguasai nasib jutaan orang.

Karena memiliki kekuatan ekonomis yang sering kali sangat besar dan karena beroperasi di berbagai tempat yang berbeda dan sebab itu mempunyai mobilitas tinggi, KMN  menimbulkan masalah-masalah etis sendiri. Di sini kita membatasi diri pada masalah-masalah yang berkaitan dengan negara-negara berkembang. Tentu saja, negara-negara berkembang sudah mengambil berbagi tindakan untuk melindungi diri. Misalnya, mereka tidak mengijinkan masuk KMN yang bisa merusak atau melemahkan suatu industri dalam negeri. Beberapa negara berkembang hanya mengijinkan KMN membuka suatu usaha di wilayahnya, jika mayoritas saham (sekurang-kurangnya 50,1%) berada dalam tangan warga negara setempat.

Karena kekosongan hukum pada taraf internasional, kesadaran etis bagi KMN lebih mendesak lagi. De George merumuskan sepuluh aturan etis yang dianggap paling mendesak dalam konteks ini. Tujuh norma pertama berlaku untuk semua KMN, sedangkan tiga aturan terakhir terutama dirumuskan untuk industri berisiko khusus seperti pabrik kimia atau instalasi nuklir. Sepuluh aturan itu adalah:

  1. Korporasi Multinasional tidak boleh dengan segaja mengakibatkan kerugian langsung.
  2. Korporasi Multinasional harus menghasilkan lebih banyak manfaat daripada kerugian bagi negara di mana mereka beroperasi.
  3. Dengan kegiatannya, Korporasi Multinasional itu harus memberi konstribusi kepada pembangunan negara di mana ia beroperasi.
  4. Korporasi Multinasional harus menghormati Hak Asasi Manusia dari semua karyawannya.
  5. Sejauh kebudayaan setempat tidak melanggar norma-norma etis, Korporasi Multinasional harus menghormati kebudayaan lokal itu dan bekerja sama dengannya, bukan menentangnya.
  6. Korporasi Multinasional harus membayar pajak yang “fair”.
  7. Korporasi Multinasional harus bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam mengembangkan dan menegakkan “background institutions” yang tepat.
  8. Jdhsa
  9. Jika suatu Korporasi Multinasional membangun pabrik yang berisiko tinggi, ia wajib menjaga supaya pabrik itu aman dan dioperasikan dengan aman.
  10. Dalam mengalihkan teknologi berisiko tinggi kepada negara berkembang, Korporasi Multinasional wajib merancang kembali sebuah teknologi demikian rupa, sehingga dapat dipakai dengan aman dalam negara baru yang belum berpengalaman.

 

Masalah Korupsi Pada Taraf Internasional

Korupsi dalam bisnis tentu tidak hanya terjadi pada taraf internasional, namun perhatian yang diberikan kepada masalah korupsi dalam literatur etika bisnis terutama diarahkan kepada konteks internasional. Masalah korupsi dapat menimbulkan kesulitan moral besar bagi bisnis internasional, karena di negara satu bisa saja dipraktekkan apa yang tidak mungkin diterima di negara lain. Berdasarkan pemikiran De George, terdapat empat alasan mengapa praktek suap harus dianggap tidak bermoral.

  • Alasan pertama dan paling penting adalah bahwa praktek suap itu melanggar etika pasar. Kalau kita terjun dalam dunia bisnis yang didasarkan pada prinsip ekonomi pasar, dengan sendirinya kita mengikat diri untuk berpegang pada aturan-aturan mainnya. Pasar ekonomi merupakan kancah kompetisi yang terbuka. Hal itu mengakibatkan antara lain bahwa harga produk merupakan buah hasil dari pertarungan daya-daya pasar. Dengan praktek suap, daya-daya pasar dilumpuhkan dan para pesaing mempunyai produk sama baik dengan harga lebih menguntungkan, tidak sedikit pun dapat mempengaruhi proses penjualan. Karena itu baik yang memberi suap maupun yang menerimanya berlaku kurang fair terhadap orang bisnis lain. Pasar yang didistorsi oleh praktek suap adalah pasar yang tidak efisien. Karena praktek suap itu, pasar tidak berfungsi seperti semestinya.
  • Alasan kedua adalah bahwa orang yang tidak berhak, mendapatkan imbalan juga. Dalam sistem ekonomi kita, mereka yang bekerja atau berjasa mendapat imbalan.
  • Alasan ketiga berlaku untuk banyak kasus suap di mana uang suap diberikan dalam keadaan kelangkaan. Misalnya, dalam keadaan kekurangan kertas seorang penerbit mendapatkan persediaan kertas baru dengan memberi uang suap. Pembagian barang langka dengan menempuh praktek suap mengakibatkan bahwa barang itu diterima oleh orang yang tidak berhak menerimanya, sedangkan orang lain yang berhak menjadi tidak kebagian. Hal ini jelas bertentangan dengan asas keadilan.

Alasan terakhir adalah bahwa praktek suap mengundang untuk melakukan perbuatan tidak etis dan ilegal lainnya. Baik perusahaan yang memberi uang suap maupun orang atau instansi yang menerimanya tidak bisa membukukan uang suap itu seperti mestinya. Secara tidak langsung, orang yang terlibat dalam kasus suap akan terlibat dalam perbuatan kurang etis lainnya karena terpaksa terus-menerus harus menyembunyikan keterlibatannya.

cover buku

Pelanggaran Etika Bisnis Iklan

Pelanggaran Etika Bisnis Iklan XL “ Kawin Dengan Monyet “ yang Terlupakan

28 September 2011

Akhir-akhir ini sangat banyak iklan yang saling menjatuhkan satu sama lain. Banyak iklan yang mempromosikan sebuah produk dengan menbandingkan produknya itu dengan produk lain sejenis dengan cara merendahkan bahkan mengejek produk lain. Jelas iklan-iklan tersebut sangatlah melanggar etika bisnis.

Masih hangat pasti tentang iklan penyindiran balas-balasan yang dilakukan oleh operator telekomunikasi AS dan XL. Menurut saya bukanlah hal bermanfaat yang dilakukan oleh kedua operator tersebut, justru mungkin akan banyak konsumen hanya tertawa melihat iklan-iklan tersebut dan yang paling ekstrim mungkin akan meninggalkan loyalitas mereka terhadap produk tersebut. Karena apa ? karena perilaku iklan-iklan tersebut seperti perang, terus saling menyerang produk lawan tapi bukan terus memperbaiki kualitas produk mereka masing-masing.

Ternyata iklan yang melanggar etika bisnis yang dilakukan oleh salah satu operator telekomunikasi di atas bukanlah saat-saat ini saja, mungkin masih ada yang masih ingat iklan operator telekomunikasi XL yang bercerita tentang seorang pria yang menikah dengan monyet dan kambing. Sangatlah mengiris hati, konsumenlah yang direndahkan dalam iklan tersebut. Iklan XL tersebut di nilai memperolok dan merendahkan martabat manusia, bahkan beberapa pihak seperti BRTI( Badan Regulasti Telekomunikasi Indonesia) menyatakan bahwa iklan tersebut kebablasan.

Iklan tersebut di nilai tidak memberikan informasi yang lengkap sehingga terjadi misinterpretasi di kalangan konsumen, melampaui batas etika dan tidak memberikan nilai pendidikan bagi masyarakat. Iklan operator telekomunikasi tersebut juga dan yang melanggar UU No.8/1999 pasal 17f pelaku usaha periklanan dilarang memproduksi iklan yang melanggar etika dan atau ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai periklanan.

Bukti nyata dari pelanggaran etika bisnis di atas adalah akhirnya KPI pusat meminta kepada seluruh stasiun TV untuk menghentikan tayangan iklan tersebut.

http://forum.kompas.com/showthread.php?1949-XL-Cabut-Iklan-quot-Kawin-dengan-Monyet-quot

PT. DANONE INDONESIA

PT. DANONE INDONESIA

TONNY WIESAN / 01111011

 

+PROFIL PERUSAHAAN

Danone Group adalah pelopor dalam industri makanan dunia dan beroperasi lebih dari 120 negara serta merupakan salah satu dari 10 besar perusahaan penghasil makanan dan minuman terbesar di dunia. PT. Danone Indonesia merupakan salah satu bagian dari Danone Group. Danone Group pertama kali didirikan di Perancis oleh Antoine Riboud dan saat ini dipimpin oleh Franck Riboud yang di pusatkan di Paris, Perancis. Misi utama Group Danone adalah membantu manusia di seluruh dunia, tumbuh, tinggal dengan lebih baik dan mendapat lebih banyak kehidupan melalui produk makanan yang lebih berasa, lebih bervariasi dan lebih sehat setiap hari.

Pada tahun 2005, produk Danone terbagi menjadi tiga sektor, yaitu:
1. Produk olahan susu, seperti susu dan yoghurt (55%)
2. Minuman, seperti air mineral (27%)
3. Biskuit dan produk sereal (18%)

Danone Group memiliki perusahaan-perusahaan yang tersebar diseluruh dunia, dari Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika Utara, Amerika Latin, Asia Pasifik, Afrika dan juga Timur Tengah. Posisi Group Danone yang global dan dominan ini ditunjang oleh adanya kerjasama yang solid di antara komponen-komponennya, dimulai dari pasar lokal sampai pasar international. Untuk saat ini pasaran utama bagi Group Danone adalah kawasan Asia Pasifik, khususnya negara-negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk yang besar seperti Indonesia, China dan India.

Di Indonesia, Danone Group telah memutuskan untuk memperluas jaringannya dan telah berhasil bergabung dengan perusahaan air mineral Indonesia yang terdepan yaitu “AQUA” (1998). Selama beberapa kurun waktu kemudian, Danone group telah berhasil menjalankan empat perusahaan yang kompeten yaitu AQUA, Danone Biskuit Indonesia, Danone Dairy Indonesia, dan Danone Indonesia. Akhir tahun 2007 grup biskuit dilepas kemudian Sari Husada dan Nutricia bergabung dengan Danone Group.

Untuk PT Danone Indonesia merupakan unit bisnis Danone yang dapat dikatakan baru, perusahaan ini diresmikan pada tanggal 8 Juli 2007, dan berlokasi di kawasan industri Lippo Cikarang, tepatnya di Jalan Kranji Blok F-3, Delta Silicon II, Lippo Cikarang, Bekasi. PT. Danone Indonesia memproduksi minuman yoghurt dengan merk dagang Activia, yang terdiri dari tiga jenis produk yaitu Spoonable, Drinkable dan Danone Yoghurt. Activia Spoonable dikemas dalam kemasan cup yang terdiri dari empat jenis rasa yaitu strawbbery, mangga, Tropical Fruit dan Mixed Berry sedangkan activia Drinkable dikemas dalam kemasan botol ukuran 80 gr yang terdiri dari dua rasa yaitu strawbbery dan jeruk dan untuk Danone Yoghurt di kemas dalam kemasan cup tetapi tidak di beri label yang terdiri dari 2 rasa strawberry dan vanila. Target pasar utama activia adalah untuk wanita aktif dan kaum ibu.

 

+VISI

AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia selama lebih dari 40 Tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.

 

+MISI

  1. Melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia dan Asia Pasifik
  2. Meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar degan standar dunia. pemberian lisensi disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang prima
  3. Menyiapkan sumber air minum dalam kemasan  yang sehat yang murni, bening, dan bebas bakteri dengan melakukan pengujian produk setiap tetesnya berdasarkan standar internasional.
  4. Meningkatkan kualitas management diseluruh organiasi dan Peningkatan Research & Development menuju AQUA ISO 9002

 

+PROSES MANAJEMEN STRATEGI

bagan

  • Menetapkan Arah dan Misi Organisasi

Visi, misi dan tujuan suatu organisasi akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi, misi dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan kurang jelas serta mudah mudah diombang-ambing oleh situasi eksternal.

 

  • Memahami Lingkungan

Tujuan dari analisis lingkungan ini sendiri dimaksudkan agar dapat mengerti dan memahami lingkungan organisasi sehingga manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isi kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengerug yang cukup kuat terhadap perusahaan. Lingkungan terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal berada didalam perusahaan sedangkan lingkungan eksternal berada diluar perusahaan.

 

  • Memformulasikan Strategi

Perusahaan melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dikenal juga dengan Analisis SWOT, selanjutnya merumuskan strategi. Strategi atau sasaran menjelaskan tujuan-tujuan yang spesifik dalam jumlah dan waktu. Dengan demikian sasaran memudahkan untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Sasaran perusahaan dapat berupa profitabilitas, posisi pasar, produktivitas, kepemimpinan teknologi, pengembangan sumberdaya manusia, hubungan antar karyawan dan tanggungjawab sosial.

 

  • Mengimplementasikan Strategi

Didalam implementasi strategi perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan, memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dilaksanakan.

 

  • Mengevaluasi dan Mengawasi Strategi

Evaluasi dan pengawasan merupakan tahap terakhir dalam proses strategi. Pada dasarnya evaluasi mencakup 3 hal, yaitu:
a. Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung.
b. Mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan
c. Mengambil berbagai tindakan perbaikan.

Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang.

 

+ANALISA SWOT

Strength :

– Brand Aqua Danone sangat kuat

– Aqua Danone sebagai market leader bisnis air mineral (pangsa pasar 60%)

– Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk

– Kemasan Aqua semakin beragam ( dari kemasan gelas, botol kecil, sedang hingga galon )

– Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih. Sebagai bagian dari Grup Danone di seluruh dunia, AQUA mengikuti aturan yang dituangkan dalam Piagam Danone untuk manajemen sumber daya air untuk menjamin kualitas sumber-sumber mata airnya

– Inovasi terbaru tutup Aqua Galon yang unik dan inovatif, dan secara eksklusif dilengkapi segel transparan dengan hologram untuk menjamin terjaganya produk alami dari tiap tetes Aqua

– Agen penjualan Aqua yang tersebar dimana-mana, karena untuk menjadi agen Aqua sangat mudah, hanya dengan pengambilan minimal 20 galon Aqua

Weakness :

– Kendali pasokan / stok barang berada di tangan Principal / Main Distributor

– Margin tipis

– Diperlukan Modal Kerja yang cukup besar

– Ketika musim hujan penjualan turun dan Arus Kas terbenam di Stok Barang.

– Air mineral Aqua masih menggunakan proses Ozonisasi, sehingga menimbulkan stigma negatif pada masyarakat

Opportunity :

– Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar

– Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan sayap bisnis produk Danone Food (Biskuat dll)

– Mempunyai peluang untuk merambah ke agen-agen kecil yang belum mempunyai pasar lokal

– Sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi air mineral yang bersih dan higienis dimana Aqua memiliki semua kriteria yang dibutuhkan

– Pemberian bantuan Aqua untuk wilayah terpencil merupakan salah satu promosi Aqua bahwa Aqua juga perduli terhadap sesama

– Air PDAM yang sekarang sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, maka Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi air mineral dalam kemasan

– Aqua mempunyai kesempatan besar untuk bisa menembus pasar Internasional

Threat :

– Persaingan harga dengan sesama Agen / Sub Distributor / Distributor Aqua Danone dari wilayah lain (cross border)

– Tidak dipasok produk / pencabutan lisensi keagenan Aqua Danone apabila melanggar aturan keagenan.

– Mulai muncul produk-produk air mineral baru

– Sekarang ini banyak bermunculan depo-depo air minum isi ulang dikawasan padat penduduk dimana harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding Aqua

– Adanya kenaikan bahan baku untuk kemasan, seperti plastik untuk label dan bahan untuk pembuatan gallon

– Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing

– Melemahnya daya beli konsumen

– Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri

– Biaya pengiklanan yang tidak murah

 

+ANALISA KEKUATAN DAN KELEMAHAN

STRENGTH

  • Brand Aqua Danone sangat kuat
  • Distribusi yang efektif
  • Periklanan yang yang berbeda dan lebih menarik
  • Slogan brand
  • Promosi produk
  • Pelayanan Konsumen
  • Agency
  • Pencintraan Produk
  • Sponsor kegiatan
  • Design Kemasan Produk bervariatif
  • Menempatkan fasilitas produksi berlisensi di beberapa daerah
  • Perluasan jaringan pemasaran didalam dan luar negeri.

 

WEAKNESS

  • Distribusi Produk Menggunakan Pihak ketiga
  • Kendali pasokan/stock berada pada distributor utama
  • Jangkauan pemasaran

 

OPPORTUNITY

  • Bisnis air mineral menjanjikan
  • Potensi Pasar
  • Jangkauan Pemasaran
  • Bahan Baku untuk wilayah indonesia melimpah
  • Kesempatan pangsa pasar internasional
  • Dukungan pemerintah
  • Respon positif masyarakat

 

THREAT

  • Lokasi sumber air
  • Pemalsuan Produk
  • Limbah kemasan
  • Muncul Teknologi Filterisasi air
  • Dukungan masyarakat skitar sumber air
  • Intensitas persaingan air minum dalam kemasan

 

STRATEGY:

  • Meningkatkan  kontrol distribusi produk dan pasokan dari pihak ke tiga dan pemasok distributor
  • Meningkatkan jangkauan pemasaran ke suluh Indonesia dan mancanegara
  • Mencari sumber-sumber air di wilayah Indosesia dan International
  • Melakukan  lisensi pada setiap produk
  • Menigkatkan dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap air  minum dalam  kemasan
  • Memberikan layanan ke masyarakat sekitar sumber air

 

+PRODUKSI DAN DISTRIBUTOR

STRENGTH

  • Kualitas bahan baku
  • Control dan monitoring bahan baku
  • Control dan monitoring produk
  • Kemudahan distribusi bahan baku
  • Ukuran Kemasan Produk bervariatif
  • Packaging Produk
  • Ketersedian laboratorium modern
  • Teknologi mesin pabrik dalam menghasilkan produk
  • License Produk
  • Distributor Pemasok Bahan Baku Perusahaan Lain

WEAKNESS

  • Ketersedian bahan baku
  • Produk mudah dipalsukan
  • Keterlambatan distribusi produk
  • Kemasan tidak ramah lingkungan

 

OPPORTUNITY

  • Bisnis air mineral menjanjikan
  • Potensi Pasar
  • Jangkauan Pemasaran
  • Bahan Baku untuk wilayah indonesia melimpah
  • Kesempatan pangsa pasar internasional
  • Dukungan pemerintah
  • Respon positif masyarakat

 

THREAT

  • Lokasi sumber air
  • Pemalsuan Produk
  • Limbah kemasan
  • Muncul Teknologi Filterisasi air
  • Dukungan masyarakat skitar sumber air
  • Intensitas persaingan air minum dalam kemasan

 

STRATEGY:

  • Mencari sumber-sumber bahan baku yang berkualitas di Indonesia yang   berlimpah dengan melakukan kontrol  dan monitoring  di laboratorium modern
  • Meningkatkan kualitas produksi dengan produk yang bervariasi,inovatif  dan pemberian lisensi pada tiap produksinya
  • Meningkatkan  teknologi mesin pabrik yang menghasilkan produk ramah lingkungan

 

+ANALISIS PERSAINGAN

STRENGTH

  • Penerapan harga premium
  • Meciptakan produk bayangan dengan brand lain
  • Konsistensi terhadap Brand.
  • Menguasai Market Share dalam negeri
  • Menjadi Branch Image untuk Produk Air Mineral

WEAKNESS

  • Existensi brand
  • Kurangnya inovasi produk

 

OPPORTUNITY

  • Bisnis air mineral menjanjikan
  • Potensi Pasar
  • Jangkauan Pemasaran
  • Bahan Baku untuk wilayah indonesia melimpah
  • Kesempatan pangsa pasar internasional
  • Dukungan pemerintah
  • Respon positif masyarakat

 

THREAT

  • Lokasi sumber air
  • Pemalsuan Produk
  • Limbah kemasan
  • Muncul Teknologi Filterisasi air
  • Dukungan masyarakat skitar sumber air
  • Intensitas persaingan air minum dalam kemasan

 

STRATEGY:

  • Meningkatkan inovasi produk dengan untuk menunjang potensi pasar dengan jangkaun pemesaran  dan pangsa pasar internasional
  • Menigkatkan konsistensi terhadap Brand  dan branch Image  terhadap mayasarakat

 

+ANALISIS ORGANISASI DAN PERSONALIA

STRENGTH

  • Manajemen perusahaan Terdesentralisasi
  • Implementasi Total Quality Control (TQC) diseluruh organisasi
  • Sertifikasi ISO 9002
  • Penghargaan tingkat nasional dan internasional
  • Melakukan Go Pucblic di tingkat investor
  • Staf peneliti

 

WEAKNESS

  • Hanya beberapa perusahaan mendapatkan Sertifikat ISO 9002

 

OPPORTUNITY

  • Bisnis air mineral menjanjikan
  • Potensi Pasar
  • Jangkauan Pemasaran
  • Bahan Baku untuk wilayah indonesia melimpah
  • Kesempatan pangsa pasar internasional
  • Dukungan pemerintah
  • Respon positif masyarakat

 

THREAT

  • Lokasi sumber air
  • Pemalsuan Produk
  • Limbah kemasan
  • Muncul Teknologi Filterisasi air
  • Dukungan masyarakat skitar sumber air
  • Intensitas persaingan air minum dalam kemasan

 

STRATEGY:

  • Mempercepat proses mendapatkan Sertifikasi ISO9002
  • Meninkatkan pelayanan terhadap manajemen
  • Memperluas jangkuan  pemasaran
  • Membangun image positif masyarakat Indonesia

 

+ANALISIS KEUANGAN DAN SAHAM

STRENGTH

  • Tingkat Kepercayaa Go Public
  • Peningkatan keuntungan Perusahaan
  • Stabilitas Keuangan

 

WEAKNESS

  • Harga saham tidak stabil

 

OPPORTUNITY

  • Bisnis air mineral menjanjikan
  • Potensi Pasar
  • Jangkauan Pemasaran
  • Bahan Baku untuk wilayah indonesia melimpah
  • Kesempatan pangsa pasar internasional
  • Dukungan pemerintah
  • Respon positif masyarakat

 

THREAT

  • Lokasi sumber air
  • Pemalsuan Produk
  • Limbah kemasan
  • Muncul Teknologi Filterisasi air
  • Dukungan masyarakat skitar sumber air
  • Intensitas persaingan air minum dalam kemasan

 

STRATEGY:

  • Menigkatkan  kepercayaan terhadap Go Public
  • Menigkatkatkan hubungan dengan pihak luar
  • Meningkatkan kestabilan keuangan
+Aktivitas yang dilakukan SO– Pengembangan produk

  1. perusahaan melakukan pengembangan produk dengan memperhatikan mulai dari awal pengisian air sampai dengan pengemasan akhir dengan inovasi terbaru Tutup Aqua Galon yang unik dan inovatif.
  2. Kemasan Aqua semakin beragam  ( dari kemasan gelas, botol kecil, sedang hingga galon )
  3. Air PDAM yang sekarang sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, maka Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi air mineral dalam kemasan

+Aktivitas yang dilakukan WO

-Penetrasi Pasar

  1. Aqua mempunyai kesempatan besar untuk bisa menembus pasar Internasional
  2. Mempunyai peluang untuk merambah ke agen-agen kecil yang belum mempunyai pasar local
  3. Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar

+Aktivitas yang dilakukan WT

-Penciutan Bisnis

  1. Meminimalisasi biaya produksi
  2. Mengurangi penumpukan stock di gudang
  3. Memaksimalkan penggunaan bahan baku

+Aktivitas yang dilakukan ST

-Diversifikasi Konglomerat

  1. Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan sayap bisnis  produk Danone Food (Biskuat dll)
  2. Selain air mineral yang sudah dikenal masayarakat luas, PT. Aqua Danone juga meluncurkan minuman berisotonik yaitu Mizone, dimana pengiklanan Mizone ini sangat variatif, sehingga menarik banyak peminta dari berbagai kalangan, ditambah dengan rasa buah yang segar dan harga yang terjangkau.

Aktivitas :

  1. Mendirikan Pabrik mendekati Sumber air
  2. Membuka depo-depo air isi ulang khusus Aqua pada pemukiman padat penduduk

Outputnya :

-Bangunan pabrik yang lengkap dengan tekhnologi pengemasan Aqua

-Tersedianya alat untuk isi ulang air Aqua

Outcome :

-Higienitas lebih terjaga dan menghemat biaya angkut

-Mempercepat layanan bagi konsumen dan harga yang lebih murah

Impact :

-Keuntungan meningkat

-Penambahan pelanggan

bab-iv3

penilaian-faktor-internal

penilaian-faktor-eksternal

33

+ ANALISIS MATRIKS SWOT

Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada table dituliskan diatas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :

–    Skor total Total Strength      : 1.78
–    Skor Total Weakness          : -3.33
–    Skor Total Opportunity         : 3.19
–    Skor Total Threat                  : -3.12

Maka, penentuan Axa Financial dapat digambarkan sebagai matrik SWOT, seperti :

  • Koordinat Analisis Internal:

Sumbu x = (Skor Kekuatan – Skor Kelemahan)/2
(1,78 – 3,33) :  2 =  -0,775

  •   Koordinat Analisis Ekternal:

Sumbu y = (Skor Peluang – Skor Ancaman)/2
(3,19 – 3,12) :  2 =  0,035

Jadi, titik koordinatnya terletak pada (-0,775 ; 0,035)
+ Diagram SWOT

Doc1

-0.4
-0.7
-0.4
-0.4
-0.7
-3.1

 

Visi dan Misi Perusahaan Danone

VISI

            AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia selama lebih dari 40 Tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.

 

MISI

  1. Melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia dan Asia Pasifik
  2. Meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar degan standar dunia. pemberian lisensi disertai dengan kewajiban penerapan standar produksi dan pengendalian mutu yang prima
  3. Menyiapkan sumber air minum dalam kemasan  yang sehat yang murni, bening, dan bebas bakteri dengan melakukan pengujian produk setiap tetesnya berdasarkan standar internasional.
  4. Meningkatkan kualitas management diseluruh organiasi dan Peningkatan Research & Development menuju AQUA ISO 9002

strategi dan taktik perusahaan danone

Strategi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih.

Strategi dan taktik yang dilakukan Danone  :

1. Strategi Strength :

Taktik :

– Brand Aqua Danone sangat kuat

– Aqua Danone sebagai market leader bisnis air mineral (pangsa pasar 60%)

– Memasarkan produk tidak susah, karena konsumen sudah mengetahui kualitas produk

– Kemasan Aqua semakin beragam ( dari kemasan gelas, botol kecil, sedang hingga galon )

– Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih. Sebagai bagian dari Grup Danone di seluruh dunia, AQUA mengikuti aturan yang dituangkan dalam Piagam Danone untuk manajemen sumber daya air untuk menjamin kualitas sumber-sumber mata airnya

– Inovasi terbaru tutup Aqua Galon yang unik dan inovatif, dan secara eksklusif dilengkapi segel transparan dengan hologram untuk menjamin terjaganya produk alami dari tiap tetes Aqua

– Agen penjualan Aqua yang tersebar dimana-mana, karena untuk menjadi agen Aqua sangat mudah, hanya dengan pengambilan minimal 20 galon Aqua

 

2. Strategi Weakness :

Taktik :

– Kendali pasokan / stok barang berada di tangan Principal / Main Distributor

– Margin tipis

– Diperlukan Modal Kerja yang cukup besar

– Ketika musim hujan penjualan turun dan Arus Kas terbenam di Stok Barang.

– Air mineral Aqua masih menggunakan proses Ozonisasi, sehingga menimbulkan stigma negatif pada masyarakat

 

3. Strategi Opportunity :

Taktik :

– Jenjang menuju strata Distributor (margin cukup menggiurkan) terbuka lebar

– Track record distribusi Aqua Danone bisa dipakai referensi untuk melebarkan sayap bisnis produk Danone Food (Biskuat dll)

– Mempunyai peluang untuk merambah ke agen-agen kecil yang belum mempunyai pasar lokal

– Sosialisasi ke masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi air mineral yang bersih dan higienis dimana Aqua memiliki semua kriteria yang dibutuhkan

– Pemberian bantuan Aqua untuk wilayah terpencil merupakan salah satu promosi Aqua bahwa Aqua juga perduli terhadap sesama

– Air PDAM yang sekarang sudah tidak memungkinkan untuk dikonsumsi, maka Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi air mineral dalam kemasan

– Aqua mempunyai kesempatan besar untuk bisa menembus pasar Internasional

 

4. Strategi Threat :

Taktik :

– Persaingan harga dengan sesama Agen / Sub Distributor / Distributor Aqua Danone dari wilayah lain (cross border)

– Tidak dipasok produk / pencabutan lisensi keagenan Aqua Danone apabila melanggar aturan keagenan.

– Mulai muncul produk-produk air mineral baru

– Sekarang ini banyak bermunculan depo-depo air minum isi ulang dikawasan padat penduduk dimana harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding Aqua

– Adanya kenaikan bahan baku untuk kemasan, seperti plastik untuk label dan bahan untuk pembuatan gallon

– Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing

– Melemahnya daya beli konsumen

– Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri

– Biaya pengiklanan yang tidak murah

 

cara mengimplemenstasikan Manajemen Strategi :

Didalam implementasi strategi perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan, memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dilaksanakan.

Perkembangan Internet

Universitas Narotama

Tahukah Anda, sekarang Anda bisa mengobrak-abrik isi Perpustakaan London yang sangat komplit hanya dengan klik komputer? Tahukah Anda pun bisa membuka-buka Majalah Time dari edisi pertama sampai edisi terbarunya? Anda bisa membaca profil tokoh-tokoh penting dunia. Anda bisa melihat film-film masa lalu sampai sekarang, mencari lagu-lagu berkelas dunia, menonton video pidato, ceramah, bahkan pertandingan sepakbola tim kesayangan Anda hanya dengan mengklik komputer. Anda bisa mengakses semuanya jika Anda menggunakan Internet.

Internet yang muncul di abad 21 ini bak hadiah bagi para manusia yang haus ilmu di seluruh dunia. Internet memungkinkan kita mengakses jutaan ilmu dan informasi kapan dan di mana saja. Dunia seakan dekat. Dan hebatnya, semua bisa kita akses dengan gratis.

Tidak cukup itu saja, Anda bisa berkomunikasi dengan mengirim surat yang dalam waktu 1 sampai 5 detik telah terkirim pada tujuannya plus lampiran dan foto-foto hanya dengan fasilitas e-mail. Bahkan Anda pun juga bisa menggunakan video call untuk berkomunikasi dengan orang lain yang berada di lokasi yang sangat jauh dari Anda. Dan alamat Anda, walaupun di daerah pelosok tetap bisa terjangkau siapapun dari belahan dunia lain. Karena internet adalah jaringan komunikasi bordeless, tanpa batas.

Internet pun tak hanya memungkinkan kita mengakses jutaan ilmu, tapi kita juga bisa sharing ilmu dengan cepat dan luas. Kita bisa eksis di dunia maya dengan membuat sendiri website atau blog dengan alamat kita, pengalaman kita yang kemudian kita bagikan kepada orang lain.